Senin, 19 Oktober 2009

Pemanfaatan Teknologi Informasi Dalam Mendukung Terwujudnya Cita – Cita Partai

Implikasi dari tersedianya Internet sebagai suatu jaringan komputer global pada
dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori. Kategori pertama, adalah
implikasi negatif, berupa dampak negatif dari penggunaan Internet secara tidak
bertanggung jawab seperti munculnya jenis kejahatan baru yang menggunakan
Internet, maraknya sajian pornografi melalui Internet, serta perilaku negatif lainnya
yang dipicu oleh Internet. Adapun kategori kedua, berupa dampak positif dari
penggunaan Internet, yang sebetulnya lebih besar dari pada dampak negatifnya.
Sebagaimana sebuah pisau, yang sangat tergantung pada siapa yang
menggunakannya, demikian pula Internet. Jika digunakan untuk kebaikan,
manfaatnya akan sangat besar, sebaliknya jika yang menggunakannya orang yang
tidak bertanggung jawab, mudharat-lah yang akan dihasilkan.
Dalam konteks yang positif dan sejalan dengan upaya mewujudkan cita – cita partai
politik, TI setidaknya dapat menawarkan manfaat untuk:
a. Memberikan dukungan manajemen pengelolaan organisasi partai berupa
penyediaan basis data (database) keanggotaan, koordinasi pusat-daerah,
pembinaan kader, pengelolaan sumber daya (keuangan, aset, SDM, dan lain –
lain), serta tersedianya Sistem Informasi Eksekutif bagi pembuatan keputusan
oleh jajaran Pimpinan.
b. Menjadi sarana yang efektif dan efisien di dalam upaya komunikasi dan
penyebaran informasi dari pusat ke daerah, atau sebaliknya; media interaksi
antara pengurus, kader, dan anggota; serta sarana kampanye yang murah dan
mampu menjangkau seluruh wilayah konstituen.
Hambatan
Meskipun barangkali sudah banyak pimpinan partai politik yang mengetahui atau
setidaknya pernah mendengar manfaat TI bagi partai politik, namun demikian
setidaknya di Indonesia, ada kendala besar yang menghambat implementasi TI di
kalangan partai politik.
Hambatan terbesar adalah masih banyak pemimpin partai yang tidak akrab dengan
teknologi, khususnya TI. Hal ini dapat dimengerti karena mereka berasal dari
generasi masa lalu yang tumbuh ketika Internet belum menjadi menu sehari – hari.
Hambatan berikutnya adalah, “karena tidak mengerti maka tidak menyukai”
ungkapan ini pernah muncul dari seorang ketua umum partai besar di Indonesia
ketika menanggapi soal lambannya pembangunan TI di Indonesia. Dua hal di atas
sebetulnya merupakan hambatan utama dari pimpinan partai politik yangdapat
menjelaskan mengapa partai politik masih enggan ber-TI. Hambatan lain yang
bersifat teknis, seperti langkanya SDM yang mumpuni di bidang TI di kepengurusan
partai politik, atau minimnya dana untuk mengadakan perangkat TI, dapat diatasi
dengan mudah bila sudah ada leadership dari atas.

sumber:http://insteps.or.id/File/media/Pemanfaatan%20TI%20%20Dalam%20Mendukung%20Partai.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar